Pokdarwis Dewi Arum Desa Sumber Sari Wakili Kukar Mengikuti Lomba Desa Wisata Tingkat Provinsi
Wisata Edukasi Pertanian dan Pangan Pokdarwis Dewi Arum, Desa Sumber Sari Kukar/pic:ist
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dewi Arum Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa
Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), bersiap mengikuti Lomba Desa Wisata
Tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Kegiatan ini menjadi
momentum penting bagi desa untuk menunjukkan potensi wisata serta memperkuat
kelembagaan pariwisata di tingkat lokal.
Ketua Pokdarwis Dewi
Arum, Dedy menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus mempersiapkan
berbagai kelengkapan administratif dan fisik, sesuai dengan ketentuan dari
panitia provinsi.
Dedy mengaku saat ini
pihaknya tengah fokus menyiapkan apa yang dibutuhkan panitia lomba, baik dari
segi administrasi maupun kelengkapan yang ada di lokasi objek wisata.
“Alhamdulillah
sebagian besar sudah tersedia, meskipun masih ada beberapa yang dalam tahap
penyempurnaan,” ungkap Dedy saat dikonfirmasi Selasa (03/06/2025) via telpon.
Terkait dengan support
dan kolaborasi berbagai pihak, ia mengaku proses koordinasi lintas lembaga di
tingkat desa sudah berjalan baik. Hal ini mencakup sinergi antara Pokdarwis, Pemerintah
Desa, BUMDes, serta pihak-pihak terkait lainnya.
“Insya Allah
koordinasi sudah berjalan, tinggal melaporkan kesiapan ke lembaga-lembaga
terkait,” terangnya.
Lanjut Dedy, dalam
pengelolaan kepariwisataan, Pokdarwis Dewi Arum menangani empat jenis wisata,
yaitu wisata alam (puncak dan embung), agrowisata dan wisata edukasi, wisata
budaya, serta wisata sejarah yang saat ini masih dalam tahap penggalian.
Dedy menjelaskan
konsep wisata edukasi tersebut yaitu salah satunya adalah mengenalkan kepada
seluruh kalangan umur bagaimana cara menanam sayur, bagaimana cara merawat,
bagaimana cara memanen hasil pertanian seperti sayur-sayuran.
“Selain itu out
put dari wisata ini juga memberikan edukasi bagaimana bercocok tanam
sayur-sayuran. Di sini kita punya juga, kita punya kebun juga, kebun itu kita
di sini kan ada budaya, budaya perkebunan melon yang secara agro, yang di
desain seperti green house. Dan ini salah satu yang memang kita
tawarkan,” jelasnya.
Untuk saat ini,
dirinya mengaku wisata yang tengah di tonjolkan adalah wisata edukasi dan
wisata alam.
“Melalui wisata ini
pengunjung dapat belajar tentang cara menanam sayur, merawat tanaman, hingga
memanen, termasuk mengenal kebun melon,” katanya.
Dedy juga
mengungkapkan keberadaan objek wisata di Desa Sumber Sari juga dirancang untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kolaborasi dengan pelaku UMKM setempat
menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan wisata.
“Tujuan utama wisata
ini juga untuk mendongkrak UMKM lokal. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung,
perputaran ekonomi masyarakat di sekitar objek wisata pun ikut tumbuh,”
tuturnya.
Ketua Pokdarwis
tersebut juga berharap bahwa melalui partisipasi dalam lomba ini, eksistensi
Desa Wisata Sumber Sari dapat lebih dikenal, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten.
“Kami berharap dengan
mengikuti lomba ini, desa kami bisa lebih dikenal. Dengan begitu, saat kami
mengajukan bantuan untuk pengembangan wisata, akan lebih mudah direspons,
khususnya dalam hal infrastruktur yang memang sangat kami butuhkan,” tandasnya.
Selain itu dari sisi
dukungan Pemerintah, Ia mengaku pihak Dispar terus memberikan pendampingan dan
bantuan sarana prasarana (sapras) untuk mendukung pengembangan objek wisata di
desanya.
“Alhamdulillah, dari
Dinas Pariwisata Kukar selalu ada pendampingan. Bantuan sapras juga rutin
diberikan, mulai dari perlengkapan camping dan tenda, pembuatan ikon sandbox
untuk embung wisata, hingga pemasangan lampu penerangan (LPJU),” terangnya.
Untuk seluruh bantuan
dari Dispar Kukar ini, dirinya mengatakan bantuan tersebut akan dijadwalkan
untuk direalisasikan secara optimal pada tahun 2025 ini. Namun untuk Glamping telah
di dapatkan di tahun 2024 lalu.
“Kami Desa Sumber
Sari optimis dapat memberikan hasil terbaik dalam Lomba Desa Wisata Tingkat
Provinsi tahun ini, sekaligus menjadikan momentum ini sebagai langkah besar
untuk pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan di wilayah Loa Kulu,” tandas
Dedy.
Menanggapi hal
tersebut, Sekertaris Dispar Kukar Sugiarto menyampaikan apresiasi atas
inisiatif dan inovasi yang dilakukan Pokdarwis Dewi Arum. Ia menilai wisata
edukasi tersebut cukup menarik dan masih jarang di temui.
“Tentunya dalam hal pengembangan wisata tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, namun perlu dukungan dari berbagai pihak, baik instansi lainnya dan masyarakat. Dengan adanya wisata ini kita sangat mendukung apalagi mereka akan mewakili Kukar ke tingkat provinsi,” tandas Sugiarto
Dirinya juga berharap
dengan banyaknya kesadaran masyarakat terkait dengan pengelolaan potensi wisata
di desa-desa, mampu menambah objek pariwisata di Kukar. Yang tentunya juga bisa
berdampak terhadap perekonomian di daerah. (Adv/Tan)